Rutin Puasa Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi?
BintangBola - Puasa dengan rutin, seperti berpuasa di Bulan Ramadan, sudah diakui
manfaatnya dalam dunia kesehatan. Lewat berbagai penelitian, salah rukun
Islam ini diakui membawa banyak kebaikan bagi tubuh. Salah satu manfaat
puasa bagi kesehatan adalah memperbaiki profil lipid yang berkaitan
dengan kolesterol tinggi di dalam tubuh.
Kolestrol merupakan
suatu substansi lemak yang berguna untuk mendukung fungsi sel serta
produksi hormon. Kolesterol tinggi merupakan pemicu penyakit jantung dan
pembuluh darah.
Untungnya, kolesterol di dalam darah dapat dikontrol dengan cara
menurunkan jumlah kolesterol jahat dan meningkatkan jumlah kolesterol
baik di dalam tubuh. Beberapa penelitian mendapatkan hasil bahwa puasa
dapat meningkatkan jumlah high-density lipoprotein (HDL) dan menurunkan jumlah low-density lipoprotein (LDL) di dalam darah.
Perbedaan HDL dan LDL
Kolesterol tidak dapat larut di dalam darah, sehingga membutuhkan sel
pembawa atau pengangkut yang disebut lipoprotein agar kolesterol dapat
ditransportasikan ke dan dari sel. HDL dan LDL merupakan zat pengangkut
tersebut.
Kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol baik yang bertugas
menangkap kolesterol yang bebas di pembuluh darah, untuk kemudian dibawa
ke dalam hati dan diproses lebih lanjut. Jumlah HDL yang tinggi baik
bagi tubuh.
Sedangkan LDL merupakan kolesterol
yang mudah sekali menempel di dinding pembuluh darah sehingga berisiko
menimbulkan plak aterosklerosis yang dapat menyebabkan serangan jantung
dan stroke. Oleh sebab itu, LDL lebih dikenal sebagai kolesterol jahat.
Kebalikan dengan HDL, jumlah kolesterol LDL yang tinggi malah kurang
baik bagi tubuh.
Manfaat puasa untuk menurunkan kolesterol
Melansir dari laman Agen Bola, ada sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 32 orang di Maroko yang
sedang berpuasa, yang diterbitkan di jurnal kesehatan. Hasil penelitian
ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kolesterol total hingga 7,9
persen selama bulan Ramadan dibandingkan dengan nilai kolesterol total
di bulan lain selain Ramadan.
Selain itu, dari penelitian ini juga didapatkan nilai kolesterol HDL
meningkat sebanyak 14,3 persen pada akhir Ramadan dan nilai kolesterol
LDL menurun sebanyak 2,6 persen pada hari ke-29 bulan Ramadan.
Namun, pada penelitian yang dijelaskan di atas, para partisipan yang
menjalani penelitian mengonsumsi lebih sedikit lemak di bulan puasa,
dengan lebih memilih jenis lemak tak jenuh dibandingkan lemak jenuh.
Lemak jenuh adalah lemak yang ditemukan pada protein hewani dan dapat
meningkatkan jumlah kolesterol jahat di dalam tubuh.
Penilitian lain yang menunjukan adanya manfaat puasa untuk menurunkan
kolesterol jahat ialah yang dilakukan oleh Ismail dan Haron pada 31
mahasiswa di Universitas Teknologi MARA di Malaysia. Hasilnya, terdapat
peningkatan jumlah kolesterol HDL dan penurunan kolesterol LDL, berat
badan, serta trigliserida selama puasa di bulan Ramadan. Pada penelitian
ini, penurunan HDL berhubungan dengan penurunan berat badan orang yang
diteliti.
Makanan yang dikonsumsi saat sahur akan diserap usus sempurna setelah
kurang lebih delapan jam, sehingga tubuh baru memasuki tahap puasa
setelahnya. Normalnya, sumber energi utama tubuh berasal dari glukosa
yang disimpan di hati dan otot. Selama puasa, cadangan glukosa yang
habis akan digantikan oleh lemak.
Tergantung Pola Makan
Ada sebuah penelitian lain memberikan hasil yang kontradiktif.
Penelitian tersebut dilakukan pada 81 mahasiswa di Tehran University of
Medical Sciences, Iran. Studi yang dilakukan dengan membandingkan berat
badan, indeks masa tubuh (IMT), glukosa, trigliserida, HDL, dan LDL
sebelum dan sesudah Ramadan, menunjukan hasil yang berkebalikan.
Penelitian ini mendapati bahwa jumlah LDL justru meningkat dan HDL
menurun.
Penurunan jumlah kolesterol jahat dan peningkatan nilai kolesterol
baik saat berpuasa bergantung pada pola makan yang diterapkan. Saat
bulan puasa, tak jarang seseorang menjadi kalap saat berbuka.
Tak hanya dalam segi kuantitas, tapi juga makan terlalu banyak
gorengan dan makanan bersantan yang dapat meningkatkan kolesterol jahat
di dalam darah. Oleh karena itu, manfaat dari penurunan kolesterol
tinggi saat berpuasa baru bisa dicapai dengan optimal jika jenis dan
jumlah konsumsi makanan saat sahur dan buka puasa dijaga.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar