Maknyus, Berendam Air Panas di Tengah Sejuknya Green Forest
BintangBola - Green Forest yang ada di kawasan Cimanggu, Kabupaten Bandung,
berkembang menjadi salah satu destinasi wisata instagramable yang
mengusung nomadic tourism. Banyak wahana wisata seru yang bisa menjadi tempat liburan bersama keluarga tercinta, salah satunya adalah tempat pemandian air panas.
Agus Tuteng, Marketing Green Forest Bandung beberapa waktu lalu mengatakan, wahana pemandian air panas
sementara baru dibangun tiga kolam. Bagian paling bawah dikhususkan
untuk anak-anak. Air pemandian sendiri berasal dari air belerang yang
langsung dialirkan dari kawah.
“Ini airnya punya banyak khasiat, khususnya untuk penyakit kulit.
Mengandung sulfur belerang tanpa menggunakan penjernih,” ungkap Agus.
Melansir dari halaman Agen Bola, Agus menjelaskan, pemandian air panas
ini dahulu bentuknya bilik-bilik kamar, namun karena peraturan
konservasi tidak boleh mengubah bentang alam, tempat pemandian air panas
ini dibuat menjadi bentuk seperti yang sekarang.
“Turis asing malah lebih suka tempat-tempat seperti ini. Nah
pelan-pelan kami tanamkan juga informasi ini lho, ternyata banyak
manfaat kesehatan yang didapat dari berendam air belerang,” kata Agus
menambahkan.
Dikelola langsung oleh swasta, untuk masuk ke tempat pemandian air
panas ini, tiap wisatawan hanya perlu membayar Rp 25 ribu untuk
weekdays, dan Rp 27 ribu untuk akhir pekan. Ongkos tersebut sudah
termasuk penghasilan bukan pajak yang dibayarkan kepada pihak
konservasi.
Sejauh ini, dengan adanya wahana pemandian air panas, pengunjung
Green Forest masih berada di kisaran ratusan orang dalam sepekan. Ke
depan, menurut penuturan Agus Tuteng, di sekitar kawasan pemandian air
panas akan dibangun kemping ground dengan fasilitas villa portable, hal
ini sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata agar tiap daerah
mengembangan unsur Nomadic Tourism.
“Kemping Ground sedang dibuat di belakang, kalau sudah jadi,
pemandian ini akan dibuka 24 jam. Jadi kapan pun orang bisa berendam di
tempat ini. Kalau tidak melanggar, kita juga mau membangun air terjun
buatan di sekitar pemandian, tapi ini kan harus ada izinnya dulu, karena
ini kan kawasan konservasi,” kata Agus Tuteng menambahkan.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar