Mata Sering Merah dan Terasa Ada yang Mengganjal? Jangan Sepelekan!
BintangBola - Mata sering merah, kering, mengganjal, atau merasakan sensasi
berpasir? Bisa jadi itu gejala dry eye. Kondisi ini berpotensi
membahayakan kornea yang dapat menimbulkan radang hingga kerusakan
permanen.
Dry eye terjadi akibat kelainan multifactorial
pada lapisan air mata (tear film) yang menimbulkan gejala mulai mata
merah, mudah lelah dan terasa pegal, gatal pada permukaan mata, rasa
terbakar dan perih, mudah silau dan sensitif terhadap cahaya, sampai
penglihatan tidak fokus.
Awalnya dry eye terkesan gangguan ringan yang membuat tidak nyaman
saat beraktivitas sehari-hari. Para penderita merasa cukup bisa
mengatasinya dengan obat tetes mata “Namun, lambat laun dry eye bisa
menimbulkan ketergantungan pada obat tetes mata, bahkan sampai
menurunkan kualitas hidup,” tutur Dr Nina Asrini Noor SpM, dokter
spesialis mata RS Mata JEC dalam acara Peringatan Hari Kartini, RS Mata
JEC Inisiasi Pemeriksaan Mata Gratis bagi 1.000 Perempuan.
Di Indonesia, gangguan dry eye (mata kering), dialami
27,5%-30,6%, sedangkan 5%- 30% di antaranya lansia. Ada beberapa faktor
risiko yang bisa sebabkan gangguan ini, antara lain usia di atas 50
tahun (khususnya pascamenopause), faktor lingkungan (debu, berangin,
asap rokok), riwayat operasi mata/penyakit lain, beraktivitas dengan
komputer/gawai, penyakit autoimun/diabetes, penggunaan obat tertentu,
baik obat minum ataupun tetes mata.
Dr Nina menuturkan, perempuan di atas usia 50 tahun, terlebih pasca
menopause, semakin rawan ancaman dry eye. Kadar estrogen yang menurun
dan tingkat androgen yang semakin rendah memberi pengaruh pada
keseimbangan produksi air mata.
“National Women’s Health Resource Center menyatakan, dry eye
tingkat sedang-hebat dialami perempuan lebih banyak dua kali lipat
dibanding pria. Gejala yang bisa timbul seperti mengganjal, sering
merah, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa
lengket, dan sering dikucek.
Mata juga sering terasa cepat lelah, mudah silau, dan penglihatan
buyar. Masalahnya, hanya 60% pasien dry eye yang punya keluhan, sisanya
tidak merasakan gejala. “Jadi, gejala tidak bisa diandalkan dalam
menilai dry eye karena bisa berujung pada diagnosis yang kurang tepat,”
ucap dr Nina.
Sementara itu, Titin Prihatiningsih, Direktur HR JEC Korporat,
mengatakan, dry eye bukan gangguan mata biasa. “Jika hanya dikasih obat
tetes mata, itu tidak menyembuhkan, malah bisa menimbulkan efek lebih
serius, kerusakan pada kornea yang bisa jadi rusak permanen,” bebernya.
Dikutip dari Agen Bola, bagi mereka yang sering menatap
layar komputer atau ponsel pintar, James Sinoway OD, spesialis mata di
Kota New York, menyarankan untuk berhenti sejenak menatap layar selama
satu menit setiap satu jam. “Para ahli lain menyarankan aturan 20-20-20.
Jadi, setiap 20 menit, istirahat 20 detik dengan menatap sesuatu sejauh
20 kaki. Menatap sesuatu dari jarak dekat seperti komputer menambah
tekanan pada mata dibanding menatap benda lain yang jauh,” papar
Sinoway. Faktor hormon membuat perempuan lebih berisiko ter serang
gangguan dry eye.
Memahami kondisi tersebut, RS Mata JEC memberikan pemeriksaan
mata secara cuma-cuma kepada 1.000 perempuan Indonesia. Prakarsa ini
juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini yang
telah menjadi rutinitas perusahaan setiap tahun.
“Tahun ini implemen tasi kultur perusahaan ini di perluas dengan
kegiatan pemerik saan mata secara cumacuma yang menyasar kepada 1.000
perempuan dari berbagai kalangan dan latar profesi, meliputi pengecekan
dry eye, glaukoma, katarak, dan retina. Mengingat begitu vitalnya organ
mata, JEC meyakini, dengan deteksi kondisi penglihatan lebih awal, para
perempuan bisa terus beraktivitas lebih nyaman tanpa kendala,” tandas
Titin.
Untuk mendeteksi dry eye, beberapa metode bisa menjadi pilihan,
mulai kuesioner, schirmer test untuk menilai volume air mata, tear break
up time (TBUT) untuk menilai stabilitas air mata, ocular surface
staining untuk menilai derajat peradangan dan kerusakan permukaan mata,
sampai tearscope dan meibography untuk menilai kondisi kelenjar meibom
di kelopak mata.
Meski belum mengalami gejala tertentu, sebaiknya pemeriksaan mata
dilakukan secara berkala dan menyeluruh agar risiko dry eye bisa
dihindari atau segera teratasi.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar