Pencitraan Kardiovaskular, Harapan untuk Menurunkan Angka Kematian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
NovaPoker - HINGGA saat ini penyakit kardiovaskular masih
menjadi salah satu penyebab utama kematian terbesar, baik di dunia
maupun di Indonesia. Salah satu cara untuk menghindari penyakit ini
adalah menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan
seimbang serta rutin berolahraga. Namun hal itu saja tidak cukup, masih
ada hal lain yang perlu dilakukan yaitu rajin memeriksa kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan merupakan cara mendeteksi dini guna
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bentuk pemeriksaan yang bisa
dilakukan adalah cardiovascular imaging atau pencitraan kardiovaskular.
Menurut dr Dafsah A. Juzar, SpJP(K), FIHA, pencitraan kardiovaskular
bisa dijadikan prevensi primer maupun sekunder.
“Pencitraan kardiovaskular bisa menjadi alat diagnostik untuk melihat
kondisi kesehatan jantung. Selain itu bisa juga membantu dalam proses
terapi penyakit dan menilai keberhasilan,” ujarnya saat ditemui dalam
konferensi pers 27th ASMIHA, Jumat (20/4/2018) di kawasan Kuningan,
Jakarta Selatan. Pertemuan tahunan dokter jantung se-Indonesia kali ini
mengambil tema “Berbagai kemajuan dalam bidang kardiovaskular di
Indonesia, Pencitraan kardiovaskular: dari preventif, diagnostik sampai
dengan terapi.”
Dilansir Agen Poker, pencitraan kardiovaskular memainkan peranan
yang sangat penting dalam pemahaman penyakit kardiovaskular. Cara ini
diharapkan bisa menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat penyakit
tersebut. Pencitraan kardiovaskular dapat menguraikan anatomi dan
fisiologi tubuh, menyempurnakan penanganan, mengevaluasi akibat dari
intervensi yang diberikan, serta membantu penentuan prognosis pasien.
Dijelaskan oleh dr Dafsah yang juga Ketua Scientific Committee ASMIHA
2018, pencitraan kardiovaskular merupakan hal yang esensial dalam
memahami penyakit kardiovaskular. “Pada awalnya, pencitraan dianggap
tidak lebih dari sarana untuk memvisualisasikan perubahan dalam struktur
dan anatomi jantung. Namun dengan penemuan teknologi baru, saat ini
pencitraan berperan dalam diagnosis biologis, fungsional, hemodinamik,
dan beberapa proses patofisiologi,” tambahnya.
Saat ini pencitraan non invasif seperti echocardiography, CT
scan, MRI, dan radio nuclear imaging merupakan modal penting untuk
menentukan tata laksana. Ke depannya tren pencitraan kardiovaskular akan
berfokus pada peningkatan diagnosis awal yang berdampak pada kesehatan
kardiovaskular dan menjadi alat pengambilan keputusan klinis. Selain
itu, pencitraan kardiovaskular juga memiliki peran untuk mendeteksi
penyakit tertentu seperti penebalan dinding pembuluh darah arteri karena
plak atau Atherosclerosis dan penyakit Cardiomyopathise, kelainan pada
otot jantung.
“Salah satu kemajuan di bidang teknik pencitraan adalah memahami
dan mengidentifikasi mekanisme patofisiologi melalui terapi pencegahan
baru yaitu pencitraan molecular. Dengan begitu penyakit kardiovaskular
dapat diidentifikasi sejak dini sehingga pasien dapat diberikan obat dan
terapi pencegahan,” pungkas dr Dafsah.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar