50 Penelitian Tunjukkan Susu Dapat Menurunkan Diabetes Melitus
BintangBola - Ditinjau dari keutamaannya sebagai sumber gizi yang berlimpah, susu memberi kontribusi asupan zat gizi yang bermanfaat dalam pemenuhan gizi dan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat.
Data dari Global Nutrition Report 2015, menempatkan Indonesia
dengan masalah gizi yang kompleks, dengan indikator masih tingginya
jumlah balita kurang gizi (underweight ) dengan ciri pendek (stunting),
kurus (wasting ), kekurangan berat badan, dan menderita anemia.
Kondisi tersebut tentu berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup
individu pada masa yang akan datang. Pemenuhan gizi seimbang dengan
mengonsumsi buah, sayur, pangan hewani, nabati, dan sumber karbohidrat
dipercaya menjadi solusi tepat untuk memperbaiki status gizi bangsa.
Ahli gizi sekaligus Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli
Gizi Indonesia (Persagi) Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi Dr
Marudut BSc MPS menjabarkan peran susu dalam membantu percepatan
perbaikan gizi di Indonesia.
“Susu merupakan salah satu sumber gizi yang dibutuhkan dalam membantu
mendukung pertumbuhan anak karena memiliki berbagai muatan baik. Yang
pertama protein, dengan kualitas terbaik di antara berbagai jenis pangan
dan hanya setara dengan protein pada telur,” beber Marudut.
Dia melanjutkan, susu juga merupakan sumber kalsium yang dapat dengan
mudah digunakan untuk berbagai keperluan di dalam tubuh. Asupan kalsium
yang cukup sejak usia dini dapat menjadi investasi kesehatan pada masa
yang akan datang.
Melansir dari laman Agen Bola, kandungan protein, fosfor, dan vitamin D yang
terdapat pada susu sangat bermanfaat khususnya pada masa pertumbuhan.
Berbagai penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara konsumsi
susu rutin sesuai takaran dengan kepadatan tulang.
“Susu juga mengandung asam lemak unik dan kompleks yang
berdasarkan berbagai penelitian berperan positif terhadap peningkatan
kesehatan, tidak saja pada usia anak-anak, juga pada usia tua,” kata
dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta 2 tersebut. Ini
sesuai dengan review yang dipublikasi tahun 2015.
Adapun dari 50 penelitian menunjukkan lemak trans, khususnya asam
trans palmitoleat, dalam susu dapat menurunkan diabetes melitus.
Konsumsi susu juga terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung dan
pembuluh darah, termasuk menurunkan kadar trigliserida dan tekanan darah
sistolik.
Kesimpulan tersebut dikuatkan oleh beberapa riset lain, misalnya
saja hasil metaanalisis terhadap 22 penelitian tahun 2016 juga
menyebutkan asupan susu yang tepat dapat menurunkan risiko obesitas dan
diabetes. Menurut penjelasan Marudut, manfaat susu terhadap penyakit
tidak menular didapatkan karena kandungan asam lemaknya.
“Terdapat 50 jenis asam lemak pada susu yang memiliki kandungan
karbon rantai genap dan karbon rantai ganjil, serta memiliki asam lemak
trans yang dihasilkan oleh proses biohidrogenasi,” paparnya.
Segelas susu rata-rata mengandung 3-4 persen lemak susu dan dari
jumlah lemak tersebut, 90 persen terdiri dari lemak jenuh, 3,7 persen
lemak trans, dan 5,3 persen asam lemak tidak jenuh.
Susu memiliki asam lemak trans yang dihasilkan melalui
biohidrogenasi dengan bantuan enzim bakteri yang terdapat di saluran
pencernaan, sedangkan asam lemak trans pada pangan olahan lainnya
dihasilkan melalui proses hidrogenasi atau penambahan atom hidrogen.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar