Bahaya Bermain Sepakbola, Hati-Hati Ya Guys!
NovaPoker - Sepakbola tanpa diragukan lagi menjadi olahraga
terfavorit warga dunia. Tidak hanya ditonton lewat siaran televisi atau
secara langsung di stadion, tetapi juga dimainkan di lapangan hijau.
Urusan tendang-menendang si kulit bulat pun dilakukan oleh laki-laki dan
juga perempuan.
Sebagaimana jenis olahraga atau aktivitas lainnya, sepakbola juga
mengandung bahaya tersendiri bagi kesehatan. Berikut lima bahaya yang
mengintai dari permainan sepakbola untuk kesehatan Anda, melansir dari laman Agen Poker, Sabtu (23/6/2018).
1. Gegar otak
Kontak fisik tidak bisa dipisahkan dari sepakbola. Sudah cukup
banyak kasus terjadinya gegar otak baik ringan maupun berat yang menimpa
pesepakbola. Di lingkungan sepakbola profesional, FIFA sebagai lembaga
tertinggi, menyikapi serius terkait risiko gegar otak akibat benturan.
Jika pemain mengalami benturan atau cedera kepala, wasit diminta untuk
segera menghentikan permainan agar si pemain bisa segera mendapat
perawatan.
2. Trauma Encephalopathy
Trauma satu ini disebabkan gegar otak yang pernah dialami
penderita. Penyakit satu ini menyerang bagian kepala dan dapat
menyebabkan perubahan mood dan perilaku secara tiba-tiba. Menurut
American Medical Association, sekira 87% mantan pemain sepakbola ala
Amerika menderita penyakit ini.
3. Risiko penyakit neurodegeneratif
Pesepakbola, baik yang aktif maupun sudah pensiun, punya
kecenderungan tinggi menderita penyakit saraf seperti Alzheimer dan
Demensia. Para pesepakbola tiga kali lipat lebih rentan meninggal dunia
akibat penyakit-penyakit tersebut, dengan risiko empat kali lipat wafat
akibat Alzheimer.
4. Depresi
Trauma pada kepala secara berulang dapat menyebabkan pesepakbola
mengalami depresi. Tidak hanya itu, terbiasa hidup dalam dunia glamour
dan hiruk pikuk ketika aktif membuat mereka merasa kesepian saat pensiun
kelak apabila tidak punya keterampilan lain. Sebagaimana diketahui,
kesepian adalah salah satu pemicu depresi.
5. Cedera fisik
Bukan hanya sekali dua kali terdengar kasus pesepakbola yang
harus pensiun dini akibat cedera akut, seperti lutut atau patah kaki.
Cedera kambuhan di usia lanjut di kalangan pesepakboal biasanya
menyerang jaringan otot, lutut, engkel, dan siku.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar