Tidak Mudah, Begini Tahapan Menjadi Vegetarian
NovaPoker - Sekarang ini kesadaran untuk hidup sehat mulai
memengaruhi pola makan. Tak sedikit yang pada akhirnya memilih untuk
menjadi seorang vegetarian. Mereka biasanya hanya mengonsumsi
sayur-sayuran, biji-bijan, buah-buahan, dan menghindari produk hewani
seperti daging, telur, susu, serta produk olahan lainnya.
Namun, tidak semua orang bisa langsung menjadi vegetarian sejati.
Bisanya dilakukan dengan cara perlahan dan menghilangkan kelompok makan
tertentu. Contoh, pada orang semi vegetarian dirinya hanya berhenti
mengonsumsi daging merah namun daging putih seperti ayam dan ikan masih
dikonsumsi.
Lalu pada orang vegetarian lacto-ovo, mereka sudah menghindari
daging, baik itu daging merah maupun putih, tapi masih konsumsi susu dan
telur. Sedangkan pada orang lacto-vegetarian, mereka masih meminum
susu. Terakhir barulah vegetarian sejati yang benar-benar tidak
mengonsumsi produk hewani.
Tipe vegetarian pada tiap orang berbeda-beda, tergantung dengan
kemampuannya. "Menjadi seorang vegetarian itu prosesnya lama dan tidak
mudah karena menantang, ungkap ahli nutrisi Moch Aldis Ruslialdi, SKM,
CNWC saat ditemui dalam sebuah acara di kawasan Bogor, Jawa Barat belum
lama ini.
Menurutnya, ada dua hal yang perlu diperhatikan sebelum seseorang
memutuskan untuk menjadi vegetarian. "Pertama, tahu risiko dan urgensi
tubuh diri sendiri sanggup atau tidak. Kedua, konsultasi ke nutrisionis
atau dokter gizi karena challenging," jelas Aldis.
Melansir dari laman Agen Poker, setelah menjadi vegetarian pun, masih ada aspek lain yang perlu
menjadi fokus yaitu pemilihan jenis makanan dan kebutuhan nutrisi harian
tubuh. Tak sedikit orang yang menganggap bila makan sayur sudah sehat
padahal cara memasaknya masih digoreng atau menggunakan kadar garam,
gula, dan lemak yang tinggi.
"Hal ini bisa memicu terjadinya hipertensi. Selain itu,
vegetarian kebanyakan kekurangan protein karena secara makanan hewani
lebih kaya protein. Maka jadi vegetarian makanannya harus lebih
bervariasi yang mengandung banyak protein seperti spirulina, chia seeds,
dan kacang kedelai," pungkas Aldis.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar