Kata Ahli Tentang Mitos Merawat Kulit Anak
BintangBola - Kondisi anak
yang lebih rentan dibandingkan orang dewasa, membuatnya membutuhkan
perawatan yang berbeda. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa
banyak masyarakat yang masih belum mengetahui bagaimana merawat kulit anak yang benar.
Keterbatasan informasi dan pengalaman yang dimiliki akhirnya membuat
mereka teru melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara
turun-temurun tanpa tahu kesahihannya. Melansir dari halaman Agen Bola, berikut ini adalah kebiasaan
salah kaprah tentang kesehatan kulit anak yang sering dilakukan oleh masyarakat.
1. Banyak mencuci tangan membuat anak sehat
Mitos yang beredar menyebutkan bahwa banyak mencuci tangan dapat
menghindarkan anak dari bakteri dan kuman penyakit. Namun, hal tersebut
tidak sepenuhnya benar. Menurut dr. Matahari Arsy H.P, SpKK, menncuci
tangan dapat dilakukan seperlunya saja seperti ketika hendak makan,
setelah beraktivitas di luar dan buang air. Sebab, mencuci tangan
terlalu sering dapat merusak barier kulit.
2. Rutinitas menggunakan bedak tabur
Banyak masyarakat Indonesia yang sering mengaplikasikan bedak tabur
di wajah anak setelah mandi atau pun berkeringat. Tetapi ternyata,
rutinitas yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu tersebut memberikan
efek samping yang buruk pada anak seperti terhirupnya bedak ke dalam
rongga pernapasan.
3. Sunscreen dapat digunakan untuk anak dengan segala usia
Sunscreen atau tabir surya merupakan produk yang biasa
digunakan pada orang dewasa untuk melindungi kulit dari paparan sinar
matahari. Meski sering digunakan untuk orang dewasa, saat ini juga
banyak digunakan oleh para orangtua kepada anak-anak. Menanggapi hal
tersebut, dr. Matahari menjelaskan bahwa belum ada penelitian yang fokus
pada masalah ini. Ia mengatakan bahwa para orangtua sebaiknya menunggu
anak hingga berusia enam bulan ke atas agar lebih aman dalam menggunakan
sunscreen. Adapun sunscreen yang digunakan untuk anak usahakan mengandung zinc oxide. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan baju panjang untuk menghindari paparan sinar matahari.
4. Sabun antiseptik dapat digunakan rutin pada anak
Sabun antiseptik yang saat ini sangat booming di pasaran memang fokus
pada target anak-anak. Anak-anak digambarkan sebagai individu yang
selalu bermain dengan media apa pun sehingga membutuhkan penggunaan
sabun antiseptik lebih sering. Padahal, pada faktanya tidak selalu
demikian. Kulit anak yang rentan terhadap iritasi menyebabkan penggunaan
sabun jenis ini tidak boleh terlalu sering dan hanya pada saat
dibutuhkan saja.
5. Penggunaan tisu basah
Tisu basah memiliki tekstur yang lebih baik dan lembut dibandingkan
handuk bayi. Tisu jenis ini menjadi salah satu solusi terbaik untuk
digunakan pada saat-saat tertentu seperti pada saat bepergian, dengan
catatan tidak mengandung fragrance atau parfum dan alkohol.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar